BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Jumat, 08 Januari 2010

SPE Serius Tangani Dampak Pasca Pengeboran Migas

Sampang, Bhirawa
Kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan pasca pengeboran migas yang dilakukan pihak Smocem Petrolion Energy (SPE) Ltd, perusahaan migas dari China, di Desa Gunung Eleh Sampang tidak perlu terjadi. Mengingat hal tersebut juga menjadi konsentrasi (SPE). Terbukti dengan sudah dilaksanakannya Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pantau Lingkungan (UPL).
Bahkan, pelaksanaan UKL dan UPL dilakukan sejak awal perusahaan migas SPE berencana melakukan seismic dan pengeboran di sumur Dungu 1 dan 2. Sebab, perusahaan migas SPE sangat peduli lingkungan dan ingin mengangkat perekonomian masyarakat setempat khususnya Kabupaten Sampang. Demikian disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sampang, Adji Waluyo.
Menurutnya, sejak awal sosialisasi rencana pengeboran migas di sumur Dungu 1 dan 2 oleh perusahaan migas SPE, sudah melakukan Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pantau Lingkungan (UPL).
"Kami punya salinan UKL dan UPL yang telah dilakukan pihak perusahaan migas SPE untuk pengeboran migas di sumur Dungu 1 dan 2 Kecamatan Kedungdung. Yang mengeluarkan Direktur Jendral (Dirjen) Migas -sekitar bulan Mei 2009 dengan tembusan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sampang," ungkap Adji Waluyo, kemarin.
Dia menjelaskan, masalah sosialisasi UKL dan UPL masuk dalam pelaksanaan sosialisasi rencana seismic dan pengeboran migas di sumur Dungu 1 dan 2 pada masyarakat Desa Gunung Eleh dan Batoporo Timur, baik ditingkat Kabupaten dan Kecamatan setempat.
"Bahkan pelaksanaan sosialisasi sudah menyentuh seluruh elemen masyarakat akar bawah, tokoh masyarakat, ulama, dan muspika Kecamatan Kedungdung. Karena perusahaan migas SPE tidak ingin ada masalah dampak lingkungan," jelasnya.
Manager Operasional SPE Perolium Akhmad Sabidi, menanggapi masalah UKL dan UPL mengatakan sejak awal masalah lingkungan menjadi perioritas utama sebelum melaksanakan proses seismic dan pengeboran migas di sumur Dungu 1 dan 2 Kecamatan Kedungdung Sampang.
"Juga masalah peningkatan perekonomian masyarakat setempat dan khususnya masyarakat Kabupaten Sampang, dengan adanya pengeboran migas ini. Untuk itu, kami mohon dukungan dan doa penuh dari seluruh elemen masyarakat Sampang, agar pelaksanaan pengeboran migas di sumur Dungu 1 dan 2 membuahkan hasil yang bagus dan ekonomis," harap Sabidi.
Masih menurut Sabidi, pihak perusahaan migas SPE Petrolium bekerja secara professional dalam melakukan seismic dan pengeboran migas. Sehingga, masalah dampak dan gangguan lingkungan sekecil apapun akan menjadi perhatian serius.

0 komentar: